Tugas B.Indonesia ke-1
5115120365
Pendidikan Teknik Elektro Reg 2012
Jam Kuliah : Kamis, Jam 08.00 – 10.00 Wib
di upload tanggal 28 Februari 2014
E-mail : Ikhwah.Fighter@gmail.com
E-mail : Ikhwah.Fighter@gmail.com
Judul Skripsi :
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF INSTALASI LISTRIK TERHADAP HASIL BELAJAR INSTALASI LISTRIK PADA SISWA SMK SATYA BHAKTI I JAKARTA
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF INSTALASI LISTRIK TERHADAP HASIL BELAJAR INSTALASI LISTRIK PADA SISWA SMK SATYA BHAKTI I JAKARTA
Kerangka Karangan :
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam
Garis Besar Haluan Negara 1973, dikemukakan pengertian pendidikan bahwa
pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu usaha yang disadari untuk
mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia, yang dilaksanakan di dalam
maupun di luar Sekolah, dan berlangsung seumur hidup.
1.2 Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas, masalah yang timbul dapat
diidentifikasi sebagai berikut :
1.
Apakah
terdapat pengaruh penerapan media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar
siswa pada mata pelajaran Instalasi
Listrik ?
2.
Adakah
pengaruh antara cara belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran
interaktif dengan siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran interaktif ?
3.
Bagaimana
hasil belajar siswa yang belajar dengan menggunakan media pembelajaran
interaktif ?
1.3 Pembatasan Masalah
Dari beberapa identifikasi masalah tersebut di atas,
maka peneliti membatasi permasalahan penelitian pada “Pengaruh
Media Pembelajaran Interaktif Instalasi Listrik
Terhadap Hasil Belajar Instalasi Listrik Pada Siswa Kelas XI SMK Satya
Bhakti I Jakarta”.
1.4 Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka perumusan masalah
pada penelitian adalah sebagai berikut “Adakah
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Instalasi Listrik terhadap hasil belajar instalasi listrik Pada
Siswa Kelas XI SMK Satya Bhakti I Jakarta? ”.
1.5 Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.
Sebagai
masukan bagi penyelenggara program untuk peningkatan pelaksanaan program di
masa yang akan datang.
2.
Membuka wawasan siswa bahwa
penerapan metode dan media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar.
3.
Kegunaan teoritis bagi kajian teknologi diharapkan hasil
penelitian ini berguna sebagai bahan kajian mengenai peran jurusan
teknik elektro dalam proses pembelajaran
di Sekolah khususnya pengembangan media
pembelajaran.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1.1
Hakikat Media Pembelajaran
Kata
media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “Tengah”, “Perantara”, atau “Pengantar”. Sedangkan secara media adalah sebuah alat
yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan. Media pembelajaran adalah sebuah alat
yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah
sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi
tidak dapat berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.
2.1.2
Fungsi media pembelajaran
Media
pembelajaran dapat berfungsi dalam keseluruhan proses pembelajaran namun tetap
berperanan sebagai salah satu komponen yang berinteraksi dengan Komponen-Komponen lain.
2.1.3
Media Belajar Berbantuan
Komputer
Pembelajaran
berbasis komputer atau yang biasanya disebut Computer Assisted Instructions (CAI) adalah semua materi atau
aktivitas pembelajaran disajikan melalui komputer (hardware). Pengertian lain menyebutkan bahwa CAI adalah pembelajaran
dimana peran komputer sebagai pembantu tambahan dalam belajar; pemanfaatannya
meliputi penyajian informasi isi pelajaran, latihan, atau keduanya. Sedangkan
Smaldino dkk menyebutkan bahwa CAI adalah pembelajaran yang menyediakan
kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi secara langsung dengan program
pelajaran yang terintegrasi dalam sebuah sistem komputer.
2.2 Instalasi
Dasar Listrik
Dalam
proses pembelajaran Instalasi
Dasar Listrik siswa perlu
mengetahui bahwa instalasi listrik merupakan pengetahuan dan jenis pekerjaan
khusus, sehingga harus ditangani secara khusus. Yang perlu diketahui siswa
dalam pembelajaran praktik memasang Instalasi
Penerangan Listrik bangunan
sederhana, yaitu:
1.
Peraturan
Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000)
2.
Pengujian
Instalasi Listrik
3.
Komponen-Komponen (peralatan) Instalasi Listrik
4.
Peralatan
dan Pelindung Instalasi Listrik
5.
Gambar
Instalasi
2.3 Hasil
Belajar
Setiap individu selalu menginginkan hasil yang
terbaik dalam melakukan suatu kegiatan. Keberhasilan ini dapat dilihat dari
kemampuan orang tersebut dalam melakukan kegiatannya. Dalam proses belajar
mengajar, perubahan tingkah laku dapat ditunjukkan dalam bentuk hasil belajar
siswa. Hasil belajar ini didasarkan atas jawaban siswa atau respon terhadap
stimulus yang diberikan guru baik berupa jawaban atas pernyataan atau
permasalahan yang diajukan dalam bentuk tes maupun dalam pelaksanaan tugas.
2.4 Kerangka
Berpikir
a. Media Pembelajaran
b. Metode Pembelajaran
2.5 Hipotesis
Penelitian
METODE PENELITIAN
3.1 Tujuan
Operasional Penelitian
Tujuan diadakan penelitian di SMK Satya Bhakti I adalah untuk
memperoleh data empiris, gambaran dan informasi yang tepat berdasarkan data
yang akurat, benar dan dapat dipercaya tentang Pengaruh
Media Pembelajaran Interaktif Instalasi Listrik Terhadap Hasil Belajar
Instalasi Listrik Pada Siswa Kelas XI SMK Satya Bhakti I Jakarta.
3.2 Tempat
dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMK
Satya Bhakti I yang bertempat di
Jl.Selamet Riyadi 3 dan Penelitian ini dilakukan
pada
semester genap dari bulan Maret
sampai Juni 2012.
3.3 Metode
Penelitian
Penelitian
ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang Pengaruh Media Pembelajaran
Interaktif Instalasi Listrik Terhadap Hasil Belajar Instalasi Listrik Pada
Siswa Kelas XI SMK Satya Bhakti I Jakarta.
Setelah
mendapatkan informasi tersebut, data yang diperoleh bisa dijadikan masukan
untuk membuat keputusan. Maka penelitian ini merupakan penelitian evaluasi
sebagai bahan masukan kepada penyelenggara program macromedia dalam membuat
keputusan.
3.4 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan
Sampel Penelitian
1.
Populasi
Dalam
penelitian ilmiah diperlukan sumber data yang berkaitan dengan masalah
penelitian yang dapat memberikan keterangan yang dibutuhkan. Sumber data dalam
suatu penelitian disebut dengan populasi. Populasi juga merupakan keseluruhan
objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda, hewan, tumbuhan, gejala,
nilai tes, atau peristiwa sebagai gambaran data yang memiliki karakteristik
tertentu didalam suatu penelitian.
Berdasarkan
penjelasan diatas, maka populasi dari evaluasi ini adalah siswa seluruh kelas XI
yang mengikuti mata pelajaran Instalasi
Listrik menggunakan
media pembelajaran interaktif.
2.
Sampel
Yang
dimaksud dengan sampel menurut Arikunto adalah “Sebagian atau wakil populasi yang
diteliti”. Sampel juga sering didefinisikan
sebagai “Bagian
dari populasi sebagai contoh (Master)
yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu peneliti bermaksud mereduksi
objek penelitian sebagai akibat dari besarnya jumlah populasi sehingga harus
meneliti sebagian saja dari populasi”. Sampel yang digunakan adalah
kelas XI sebanyak 60 siswa dari dua kelas. 30 siswa sebagai sampel yang
menggunakan media pembelajaran interaktif
dan 30 siswa sebagai
sampel yang menggunakan media belajar sederhana.
3.
Teknik
Pengambilan Sampel
Dalam
penelitian menggunakan metode pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling yaitu memilih sampel
dengan dasar bertujuan. Tujuannya
agar peneliti dapat mengambil data sesuai dengan sampel yang telah memiliki karakteristik
dari populasi.
3.5 Desain
Penelitian
Variabel Bebas (X1) : Siswa yang menggunakan media
pembelajaran interaktif
Variabel Bebas (X2) : Siswa yang menggunakan media sederhana
Variabel Terikat (Y) : Hasil
belajar mata pelajaran instalasi
listrik
3.6 Variabel Penelitian
Variabel
adalah suatu sifat yang memiliki bermacam-macam nilai.
Sesuai dengan hipotesis yang diajukan, beberapa variabel yang digunakan dalam
penelitian ini antara lain terdiri dari dua variabel, yaitu satu variabel bebas
dan satu variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi
atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Sedangkan variabel
bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel terikat dalam penelitian
ini adalah hasil belajar instalasi
listrik. Pada penelitian yang menjadi variabel bebas yang pertama adalah siswa
yang menggunakan media pembelajaran interaktif dan variabel bebas kedua adalah siswa yang menggunakan media
pembelajaran sederhana.
3.7 Definisi
Operasional Variabel
Definisi
operasional variabel ialah seperangkat petunjuk yang lengkap tentang apa yang
harus diamati dan bagaimana mengukur suatu variabel atau konsep. Melalui proses pengamatan dan
penilaian secara langsung, agar variabel ini dapat diukur. Pada hasil belajar
instalasi listrik memiliki satu
standar kompetensi dan empat kompetensi dasar. Standar
kompetensi tersebut adalah memasang Instalasi Penerangan Listrik Bangunan Sederhana. Sedangkan
kompetensi dasar diantarannya memahami instalasi penerangan 1 fasa, menggambar
rencana instalasi penerangan, memasang instalasi penerangan diluar dan didalam
permukaan, serta memasang lampu penerangan termasuk instalasi didalam armatur
lampu.
3.8 Instrumen
Penelitian
Instrumen
yang digunakan pada penelitian ini adalah tes. Tes adalah pertanyaan-pertanyaan
yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk
lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan) atau dalam bentuk
perbuatan (tes tindakan). Tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur
hasil belajar siswa, terutama hasil belajar kognitif
berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan
dan pengajaran. Adapun bentuk tes yang
digunakan untuk mengetahui hasil belajar teknik listrik adalah dalam soal
pilihan ganda (multiple choice).
Bentuk soal ini adalah bentuk soal yang terdiri dari suatu statement yang belum lengkap dan untuk melengkapinya disediakan
beberapa statement sambungan dimana
satu diantaranya adalah sambungan yang benar, sedang yang lain adalah sambungan
yang tidak benar. Bentuk soal pilihan
ganda dipilih karena luasnya bahan pelajaran yang dapat dicakup dalam tes dan
mudah dalam menilai jawaban yang diberikan. Dimana setiap jawaban benar
mendapat skor 1 dan jawaban salah mendapat skor 0. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMK Satya
Bhakti I Jakarta sebanyak 30
siswa pada kelas XII, karena peneliti tidak
mengabaikan kesamaan prilaku terhadap responden uji coba instrumen.
3.9 Uji
Persyaratan Instrumen
Suatu
alat ukur dapat dinyatakan sebagai alat ukur yang baik dan mampu memberikan
informasi yang tidak menyesatkan apabila telah memenuhi beberapa kriteria yang
telah ditentukan, yaitu valid dan reliabel. Oleh
karena itu, agar kesimpulan penelitian tidak memberikan gambaran yang jauh
berbeda dari keadaan yang sebenarnya, maka diperlukan uji validitas dan
reliabilitas dari alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini.
1.
Validitas
Instrumen
2.
Reliabilitas
Instrumen
3.
Analisis
Tingkat Kesukaran dan Analisis Daya Pembeda
3.10
Hipotesis Statistik
H0
: µa = µb
H1
: µa > µb
Keterangan
:
µa
= Rata-rata hasil belajar mata pelajaran Teknik
Instalasi Listrik populasi
siswa yang menggunakan media pembelajaran
interaktif.
µb
= Rata-rata hasil belajar mata pelajaran Teknik
Instalasi Listrik populasi
siswa yang menggunakan media pembelajaran
sederhana.
3.11 Uji
Persyaratan Analisis
1.
Uji
Normalitas
Uji
normalitas menggunakan rumus Liliefors dengan taraf signifikansi α=0,05. Sampel
berdistribusi normal jika Lo < Lt
2.
Uji
Homogenitas Varians
Untuk
mengetahui bahwa sampel yang digunakan adalah homogeny dilakukan perhitungan
uji homogenitas dengan rumus F,
Derajat
kebebasan (dk) untuk rumus F adalah (n1-1), (n2-1) dan
taraf signifikansi α = 0,05. Jika diketahui Fhitung < Ftabel, maka kedua
varians tersebut homogen.
3.12 Teknik
Analisis Data
Setelah hasil instrument diperoleh, maka
untuk menganalisa data mengenai pemahaman materi pelajaran gambar teknik
listrik digunakan pengujian hipotesis statistic parametric.
HASIL PENELITIAN
4.1 Deskripsi Data
Dibawah
ini dapat dilihat deskripsi data penelitian keseluruhan keberhasilan siswa
antara yang menggunakan Media Pembelajaran Interaktif dengan yang tidak
menggunakan media pembelajaran.
1.
Hasil Belajar Mata Pelajaran Teknik Instalasi Listrik Yang Menggunakan Media Pembelajaran Interaktif (XA)
Sampel ini ialah siswa yang menggunakan media pembelajaran
interaktif adalah berjumlah
30 orang. Nilai minimal = 65, nilai
maksimal = 85, nilai rata-rata = 76, simpangan baku =
6,99, median =77 dan modus = 85.
2.
Hasil Belajar Mata Pelajaran Teknik Instalasi Listrik Yang Tidak Menggunakan Media Pembelajaran Interaktif (XB)
Sampel ini ialah siswa yang tidak mengguanakan media pembeajaran
interaktif adalah berjumlah
30 orang. Nilai minimal = 65, nilai
maksimal = 85, nilai rata-rata = 73,16, simpangan baku
= 67,57, median =76,5 dan modus = 85
4.2
Hasil Pengujian Persyaratan Analisis
4.3
Sebelum dilakukan pengujian terhadap hipotesis, terlebih dahulu
dilakukan pengujian persyaratan hipotesis yang meliputi : Perhitungan
normalitas, Pengujian Homogenitas, dan Pengujian Uji-t.
1.
Hasil Pengujian
Normalitas
Perhitungan dilakukan dengan menggunakan uji liliefors dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil perhitungan
diperoleh dari sampel siswa
Mata Pelajaran Teknik Instalasi Listrik Yang menggunakan media
pembelajaran interaktif (XA) diperoleh nilai Lhitung
= 0,1238, sedangkan Ltabel(0,05) = 0,161 (lamp.). Jadi Lhitung
< Ltabel.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sampel untuk siswa yang menggunakan media pembelajaran interaktif berasal dari populasi yang berdistribusi
normal.
Untuk sampel siswa
yang tidak menggunakan media pembelajaran interaktif diperoleh
hasil perhitungan untuk XB maksimum atau Lhitung = 0,128, sedangkan Ltabel(0,05)
= 0,190 (lamp.). Jadi Lhitung < Ltabel. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa sampel untuk siswa yang tidak
menggunakan media pembelajaran interaktif berasal dari populasi yang
berdistribusi normal.
2.
Hasil Pengujian
Homogenitas
Pengujian homogenitas sampel yang dilakukan terhadap siswa yang menggunakan media pembelajaran interaktif dengan yang tidak
menggunakan media pembeajaran interaktif dilakukan
dengan uji-t dengan taraf nyata α = 0,05. Hasil perhitungan menunjukkan Fhitung = 1,17
dan Ftabel = 1,74
(lamp., hal.). Dari kriteria tolak H0 jika Fhitung ≥ Ftabel, dan
karena Fhitung < Ftabel, maka H1 diterima. Artinya sampel siswa yang menggunakan media
pembelajaran interaktif dengan yang tidak menggunakan media pembeajaran
interaktif tersebut
berdistribusi homogen.
4.4 Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian
Dari perhitungan, untuk perhitungan uji t diperoleh nilai thitung = 1,53 (lampiran.23, halaman.116). Sedangkan nilai ttabel = 2,045. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis
nol yang digunakan, karena thitung
< ttabel, maka H0 diterima dan
H1 ditolak.
Sehingga dapat disimpulkan terdapat
perbedaan hasil belajar mata pelajaran Teknik Instalasi Listrik yang menggunakan media pembelajaran interaktif dengan yang
tidak menggunakan media pembelajaran interaktif.
4.5 Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan data yang diperoleh dan dilanjutkan dengan pengujian
hipotesis, hasil penelitian sebagai berikut : nilai rata-rata siswa yang
menggunakan media pembelajaran interaktif (XA) sebesar 76 dan nilai
rata-rata siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran interaktif (XB) sebesar 73,16, jadi nilai rata-rata siswa yang
tidak menggunakan media pembelajaran interaktif. Uji normalitas baik siswa yang menggunakan media pembelajaran interaktif maupun siswa
yang tidak menggunakan media pembelajaran interaktif
diperoleh Lhitung < Ltabel yang menunjukkan
bahwa populasi berdistribusi normal. Pada uji homogenitas diperoleh Fhitung
≥ Ftabel yang berarti bahwa data siswa berdistribusi homogen. Pada
uji hipotesis didapat thitung > ttabel ini berarti H1 diterima yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar
mata pelajaran Teknik Instalasi Listrik
pada siswa yang menggunakan media
pembelajaran interaktif bila
dibandingkan dengan siswa yang tidak
menggunakan media pembelajaran interaktif, sehingga siswa yang menggunakan media
pembelajaran interaktif
lebih baik dari siswa yang tidak menggunakan
media pembelajaran interaktif.
4.6 Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan-keterbatasan yang mungkin dapat mempengaruhi
penelitian :
1.
Penelitian hanya mencakup satu mata pelajaran Teknik Instalasi Listrik dengan
jumlah aspek penelitian terbatas yaitu 30 siswa, sehingga kesimpulan
yang ada hanya untuk tempat penelitian berlangsung.
2.
Uji coba instrumen dilaksanakan di SMK Satya Bhakti I dan responden
untuk uji coba tes tidak mengalami perlakuan yang sama
KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan yang telah
diuraikan pada bab terdahulu dapat disimpulkan bahwa :
1.
Terdapat perbedaan hasil belajar Teknik Instalasi Listrik
yang menggunakan media pembelajaran interaktif dengan yang tidak menggunakan
media pembelajaran interaktif. Terbukti
dari hasil distribusi data dan frekuensi, pada siswa yang
menggunakan media pembelajaran interaktif
memiliki nilai rata-rata sebesar 76 dan pada siswa yang
tidak menggunakan media pembelajaran interaktif memperoleh nilai rata-rata sebesar 73,16.
2.
Berdasarkan hasil pengujian analisa data menggunakan uji-t, diperoleh
hasil thitung untuk hasil belajar mata pelajaran teknik
instalasi sebesar 1,53 dan ttabel pada taraf signifikansi α =
0,05 sebesar 2,045;
maka thitung < ttabel. Dengan demikian H1
diterima dan dapat ditarik kesimpulannya bahwa hasil belajar Teknik Instalasi Listrik
yang menggunakan media pembelajaran interaktif lebih baik dengan siswa yang tidak
menggunakan media pembelajaran interaktif.
5.2
Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian,
bahwa yang mengguanakan media pembelajaran interaktif menunjukkan hasil belajar yang berarti. Maka
pada mata pelajaran teknik instalasi litrik yang
menggunakan media pembelajaran interakrif
memang sangat membantu pada hasil belajar Teknik
Instalasi Listrik. Dapat dinyatakan bahwa media
pembelajaran interaktif memberikan dampak positif bagi hasil belajar
tertentu, sehingga hasil belajar siswa akan semakin lebih baik.
Dari hasil analisis data, diketahui bahwa siswa yang
menggunakan media pembelajaran interaktif
berbeda dengan siswa yang tidak menggunakan media
pembelajaran interaktif. Dan melihat
analisis penelitian menunjukkan bahwa siswa yang
menggunakan media pembelajaran interaktif
dapat memberikan peningkatan hasil belajar pada
mata pelajaran Teknik
Instalasi Listrik.
5.3 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dicapai, maka peneliti
menyarankan agar dalam proses belajar mengajar guru dapat menerapkan media
pembelajaran interaktif dibandingkan dengan yang tidak menggunakan media
pembeljaaran interaktif. Dimana media pembelajaran interaktif murid lebih berkreatif dan mendapatkan wawasan
bukan hanya dari Sekolah melainkan dari luar Sekolah juga.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin. Zhainal. 2000. Evaluasi Instruksional. Bandung :Sinar Baru Algensindo.
Azwar. Saifuddin. 2003. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bloom,
dikutip oleh Ali imron. 1996. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
"Pendapat saya tentang Skripsi ini adalah pembelajaran kepada seorang siswa tentang
Instalasi Listrik itu tidak selalu hanya di dalam ruangan, tetapi bisa di
lakukan di luar ruangan. Karena banyak media pembelajaran interaktif ketika
pembelajaran itu dilakukan di luar ruangan. Sehingga siswa bisa lebih berkreatif
dan lebih berinovasi”.
PEMBANDING ARTIKEL UNTUK ISI SKRIPSI
Metode
Penelitian menggambarkan rancangan penelitian yang meliputi prosedur atau
langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, serta
dengan cara apa data tersebut diperoleh dan diolah/dianalisis. Dalam praktiknya
terdapat sejumlah metode yang biasa digunakan untuk kepentingan penelitian.
Berikut ini akan dikemukakan secara singkat beberapa metode penelitian
sederhana yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan.
Akhmad. 2008. Pengertian Metode
Penelitian.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/11/14/metode-penelitian-pendidikan/
Diunduh pada tanggal 26 Februari 2014 jam 13.00
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/11/14/metode-penelitian-pendidikan/
Diunduh pada tanggal 26 Februari 2014 jam 13.00
Pengertian Penilaian Hasil Belajar ketika ditinjau
dari sudut bahasa , penilaian diartikan sebagai proses menentukan nilai suatu
objek. Untuk dapat menentukan suatu nilai atau harga suatu objek diperlukan
adanya ukuran atau kriteria, misalnya untuk dapat mengatakan baik, sedang,
kurang, diperlukan adanya ukuran yang jelas bagaimana yang baik, yang sedang,
dan yang kurang. Ukuran itulah yang dinamakan kriteria. Dari pengertian
tersebut dapat dikatakan bahwa ciri penilaian adalah adanya objek atau program
yang dinilai dan adanya kriteria sebagai dasar untuk membandingkan antara apa
yang dicapai dengan kriteria yang harus dicapai. Perbandingan bisa bersifat
mutlak, bisa pula bersifat relatif. Perbandingan
bersifat mutlak artinya hasil perbandingan tersebut menggambarkan posisi objek
yang dinilai ditinjau dari kriteria yang berlaku. Sedangkan
perbandingan yang bersifat relative artinya hasil perbandingan lebih
menggambarkan posisi suatu objek yang dinilai terhadap objek lainya dengan
bersumber pada kriteria yang sama. Dengan demikian, inti penelitian adalah
proses menentukan nilai suatu objek tertentu berdasarkan kriteria tertentu.
Iwan. 2008. Pengertian Penilaian Hasil
Belajar
http://xinyouwanz.blogspot.com/2013/07/penilaian-hasil-belajar.html
Diunduh pada tanggal 26 Februari 2014 jam 13.15
http://xinyouwanz.blogspot.com/2013/07/penilaian-hasil-belajar.html
Diunduh pada tanggal 26 Februari 2014 jam 13.15
Penilaian Proses Belajar Mengajar yang dapat mengungkap
keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar, baik oleh Guru maupun oleh Siswa,
adalah melalui observasi proses belajar mengajar. Observasi atau pengamatan dilakukan
oleh petugas khusus ( Guru, Walikelas, Kepala Sekolah, dll ). Dengan cara
pengamatan dan pencatatan segala kejadian, peristiwa, perilaku, yang tampak
dalam proses jalannya kegiatan belajar dan mengajar. Hasil-hasil observasi
kemudian dibicarakan oleh guru yang diobservasikan agar diketahui kekurangan
dan kelebihan sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan mengajar selanjutnya.
Kelebihan observasi dari wawancara atau qusioner adalah dalam hal keaslian data
(Informasi) karena merupakan data primer yang diperoleh secara langsung dari
pelaku yang diobservasi. Oleh sebab itu, observasi sebagai alat penilaian
lainya. Skala penilaian dan skala sikap penggunaanya hampir sama dengan
qusioner , yaitu berupa pertayaan yang harus dijawab secara tertulis.
Gentur. 1995. Penilaian Hasil Proses
Belajar Mengajar.
http://gentur1971.blogspot.com/2011/01/penilaian-proses-belajar-mengajar.html
Diunduh pada tanggal 26 Februari 2014 jam 13.20
http://gentur1971.blogspot.com/2011/01/penilaian-proses-belajar-mengajar.html
Diunduh pada tanggal 26 Februari 2014 jam 13.20
Media
pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala
sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian
dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya
proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber,
lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran /
pelatihan.
Haryanto. 2012. Pengertian Media
Pembelajaran
http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/
Diunduh pada tanggal 26 Februari 2014 jam 13.30
http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/
Diunduh pada tanggal 26 Februari 2014 jam 13.30
Ahmann &
Glock (1981) mengemukakan bahwa evaluasi pendidikan
adalah suatu proses sistematis guna mendapatkan bukti-bukti yang
jelas tentang
efektifitas dari
kegiatan pendidikan. Selanjutnya, dikemukakan bahwa evaluasi itu
dapat dilakukan pada saat proses pelaksanaan program berlangsung dan di akhir pelaksanaan program. Evaluasi yang dilakukan pada saat pelaksanaan program
dikatakan sebagai
evaluasi
formatif, sedangkan
yang di
akhir pelaksanaan program dikatakan
sebagai evaluasi sumatif.
Evaluasi formatif bertujuan
untuk melihat tercapainya tujuan pembelajaran atau efektivitas program yang telah
ditetapkan sampai titik waktu yang
ditentukan, sedangkan Evaluasi sumatif
bertujuan untuk menentukan
tingkat prestasi dari hasil belajar siswa secara
keseluruhan dari suatu
topik.
Ahmann,J.S, &
Gock,M.D. 1981. Evaluating student progress: Principles of tests
and measurements, 6th ed. Boston : Allyn and
Bacon.
Diunduh pada tanggal 26 Februari 2014 jam 13.40
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar